TARAKAN – Anggota DPD RI asal Kalimantan Utara, Herman alias Kemper, menyampaian tentang bantuan beasiswa Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah kepada mahasiswa di Kalimantan Utara. Dalam penyaluran tahun ini, Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) Bulungan-Tarakan menjadi perguruan tinggi dengan alokasi penerima manfaat terbanyak, mengungguli Universitas Borneo Tarakan (UBT) yang merupakan almamater Kemper. Penyerahan bantuan tersebut berlangsung di Gedung Sri Tower, Senin (1/6/2026).
Berdasarkan data sebaran aspirasi yang dihimpun tim lapangan, STIE memperoleh alokasi 33 kuota penerima KIP Kuliah. Jumlah tersebut menjadi yang tertinggi dibandingkan perguruan tinggi lainnya di Kalimantan Utara. Sementara itu, Universitas Borneo menempati posisi kedua dengan total 24 kuota penerima manfaat.
Kemper mengatakan penentuan kuota dilakukan berdasarkan kebutuhan dan usulan yang masuk dari masing-masing wilayah, bukan atas dasar kedekatan dengan institusi tertentu.
“Secara emosional saya alumni Universitas Borneo. Tetapi penyaluran bantuan harus berdasarkan data dan kebutuhan yang ada,” ujarnya di hadapan sivitas akademika dan mahasiswa.
Menurutnya, tingginya alokasi yang diterima STIE tidak terlepas dari peran tim pengawal aspirasi yang aktif mengidentifikasi kebutuhan mahasiswa di lapangan.
“STIE mendapatkan kuota terbanyak tahun ini, yaitu 33 penerima manfaat,” katanya.
Selain KIP Kuliah, Kemper juga menyampaikan perkembangan Program Indonesia Pintar (PIP) untuk jenjang SD, SMP, SMA, dan SMK di Kalimantan Utara. Ia mengungkapkan kuota PIP yang diperolehnya meningkat menjadi 2.500 penerima per tahun.
“Sebelumnya kuota yang tersedia sekitar 1.000. Namun melalui koordinasi dan komunikasi dengan berbagai pihak, kuota tersebut dapat ditingkatkan menjadi 2.500 penerima,” jelasnya.
Ia menambahkan, penyaluran PIP difokuskan pada daerah-daerah yang masih memiliki keterbatasan akses pendidikan dan informasi, termasuk wilayah pedalaman di Kabupaten Malinau.
“Sebagian besar tersebar di Bulungan, Nunukan, Tarakan, dan beberapa wilayah hulu di Malinau yang membutuhkan perhatian lebih,” kata dia.
Kemper memastikan proses verifikasi dan administrasi penerima bantuan telah selesai dilakukan. Saat ini, penerima manfaat tinggal menunggu proses pencairan melalui perbankan.
“Administrasi di tingkat sekolah sudah rampung. Selanjutnya tinggal menunggu proses pencairan dana bantuan,” pungkasnya. (adv)


Discussion about this post