TARAKAN – Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI dapil Kalimantan Utara, Herman SH kembali melaksanakan kegiatan sosialisasi Empat Pilar MPR RI di salah satu gedung pertemuan di Kota Tarakan, Rabu (10/9/2025) pukul 14.00 Wita.
Kegiatan ini dihadiri tokoh masyarakat, pemuda, serta perwakilan organisasi kemasyarakatan yang antusias mendengarkan pemaparan mengenai nilai-nilai kebangsaan. Tujuan kegiatan ini adalah memperkuat pemahaman publik terhadap dasar-dasar kehidupan berbangsa dan bernegara.
Dalam sambutannya, Herman menyampaikan bahwa Empat Pilar MPR RI terdiri atas Pancasila sebagai dasar negara, Undang-Undang Dasar 1945 sebagai konstitusi, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) sebagai bentuk negara, serta Bhinneka Tunggal Ika sebagai semboyan pemersatu bangsa. Menurutnya, empat pilar ini harus terus dijaga dan diamalkan dalam kehidupan sehari-hari, terutama di tengah dinamika sosial yang semakin kompleks.
Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa Pancasila merupakan fondasi ideologi yang harus menjadi pedoman dalam bersikap, bertindak, dan mengambil keputusan.
“Nilai-nilai yang terkandung di dalamnya diyakini mampu menghadapi berbagai tantangan, baik dari dalam maupun luar negeri. Oleh karena itu, generasi muda perlu dibekali pemahaman yang kuat agar tidak mudah terpengaruh oleh paham-paham yang bertentangan dengan ideologi bangsa,” pesannya.
Selain itu, Undang-Undang Dasar 1945 dipaparkan sebagai landasan konstitusional yang mengatur kehidupan berbangsa dan bernegara. Anggota DPD RI tersebut menekankan pentingnya menjaga marwah konstitusi dengan tetap menghormati nilai demokrasi, hak asasi manusia, serta prinsip-prinsip negara hukum. Hal ini, menurutnya, menjadi kunci dalam menciptakan tata kelola pemerintahan yang baik dan adil.
Dalam kesempatan itu, ia juga mengingatkan pentingnya mempertahankan NKRI sebagai bentuk final negara. Persatuan dan kesatuan bangsa tidak boleh dikorbankan oleh kepentingan kelompok maupun golongan tertentu. Sementara itu, semboyan Bhinneka Tunggal Ika harus dipahami sebagai kekuatan bangsa yang beragam. “Namun tetap menjunjung tinggi persaudaraan dan toleransi,” ujarnya.
Kegiatan sosialisasi tersebut diakhiri dengan sesi diskusi dan tanya jawab antara peserta dan narasumber. Para peserta berharap kegiatan serupa dapat terus dilakukan secara berkesinambungan agar nilai-nilai Empat Pilar MPR RI semakin melekat di masyarakat. Dengan demikian, masyarakat diharapkan mampu menghadapi perubahan zaman tanpa kehilangan jati diri kebangsaan Indonesia. (af)


Discussion about this post