Wakil Bupati Nunukan, Hermanus, membuka kegiatan dan menegaskan pentingnya kemampuan komunikasi aparatur dalam mendukung tata kelola pemerintahan modern.
“Kualitas pesan pemerintah menentukan bagaimana masyarakat memahami arah pembangunan. Pelatihan ini bukan sekadar teknis menulis, tetapi bagaimana membangun komunikasi yang efektif,” ujarnya.
Hermanus juga mengingatkan bahwa narasi pemerintah harus selaras dengan visi dan program prioritas daerah serta kontekstual dengan karakter wilayah. “Sebatik, Nunukan, dan Krayan memiliki kondisi berbeda. Pesan yang tepat akan meningkatkan kepercayaan dan kepuasan publik,” tambahnya.
Kepala Prokompim, Joned, menjelaskan bahwa peningkatan kapasitas kehumasan menjadi kebutuhan penting seiring meningkatnya aktivitas pemerintahan dan tuntutan keterbukaan informasi.
“Aparatur harus mampu menulis berita, memahami data, dan menerjemahkan kebijakan menjadi pesan yang jelas dan mudah dipahami,” ujarnya.
Dekan Pascasarjana Universitas Fajar, Dr. Ir. Mujahid, MM, M.I.Kom, mengapresiasi kerja sama tersebut dan berharap ilmu yang diberikan dapat memperkuat kualitas komunikasi pemerintah.
Workshop menghadirkan sejumlah pemateri, di antaranya Dr. Nur Alim Djalil (wawancara & indepth reporting), Dr. Muhammad Yusuf A.R. (feature & opini), Dr. A. Vita Sukmarini (penulisan pidato), Kepala Bappeda Litbang Drs. Raden Iwan Kurniawan (perencanaan pembangunan daerah), dan Kepala BPS Dr. Iskandar Ahmaddien (analisis data statistik).


Discussion about this post