TARAKAN – Kompleks Pasar Gusher menjadi salah satu pasar tradisional terbesar di Kota Tarakan, namun banyak pedagang dan pengunjung yang mengeluhkan akses jalan menuju ke dalam pasar dan genteng kios yang sudah bocor.
“Sebenarnya bukan masalah bahan bakunya, bukan masalah harganya naik, hanya yang dikeluhkan itu akses jalan masuk pasar yang banyak lubang dan genangan air, nah itu yang jadi masalah,” keluh salah seorang pedagang di Pasar Gusher, Wely—nama samaran.
Wely juga memperlihatkan kondisi atap pasar yang sudah banyak berlubang dan belum diganti. “Kalau hujan langsung becek pasar, dulu pernah diperbaiki namun hanya sebagian,” tambahnya. Wely mengungkapkan selama dia berjualan di sana pemerintah hanya melakukan pengecekan terhadap harga barang makanan dan tidak pernah menghiraukan kondisi pasar yang semakin tidak teratur.
“Ada dari pemerintah kota kesini (Disprindagkop) tapi hanya mengecek harga bahan pokok dan untuk pengecekan jalan tidak ada, ” ungkapnya.
Salah satu pengunjung, Amar mengatakan, seharusnya uang retribusi yang diambil dari uang parkir dari pengunjung dipergunakan untuk memperbaiki jalan dan tata pasar agar teratur.
“Kita kan bayar kalau masuk, ” jelas Amar.
Direktur PT Gusher, Toni menjelaskan sudah ada upaya yang dilakukan untuk membenahi jalan-jalan yang ada di daerah pasar. Namun, kendalanya ialah kapasitas dan kualitas jalan tidak mampu untuk menahan beban kendaraan.
“Kadang jalanan itu sudah kami perbaiki, namun tidak bisa dimungkiri truk kontainer Ramayana itu juga sering masuk, jadi setelah diperbaiki jalannya rusak lagi, ” tambahnya.
Menanggapi kebocoran atap pasar, Toni membenarkan bahwa perbaikan atap pernah dilakukan namun hanya sebagian saja yang di kerjakan
Namun yang menjadi sorotan Toni ialah kios yang dimiliki oleh Pemerintah Kota Tarakan di dalam Pasar Gusher yang tidak mendapatkan perhatian dari pemerintah. “Ada seratus kios yang dimiliki oleh Pemerintahan Kota Tarakan di dalam Pasar Guser terkhusus bagian penjual daging dan sayur, ” sorotnya.
Toni mengungkapkan bahwa pemerintah pasti beranggapan bahwa Pasar Gusher merupakan pasar swasta sehingga luput dari perhatian pemerintah, namun Toni mengatakan meski seperti itu pihaknya selalu memberikan retribusi baik itu pajak maupun uang parkir ke Pemerintah Kota Tarakan.
“Sampai saat ini kami belum pernah menerima bantuan dari pemerintah, padahal kami selalu bayar retribusi parkir setiap bulan ke mal pelayanan publik, ” tambahnya.(af)


Discussion about this post