TARAKAN – Warga Tarakan mempertanyakan kualitas air Perumda Tirta Alam Tarakan. Meskipun biaya langganan terus meningkat, sejumlah pelanggan mengeluhkan kualitas air yang tetap keruh dan tidak mengalami perbaikan.
Ari, warga Kampung Bugis, mengaku sudah melaporkan masalah ini sejak Desember 2024, namun hanya mendapat pengecekan tanpa solusi. “Dua kali dilaporkan, dua kali dicek, tapi hasilnya tetap sama,” ujarnya. Ia tidak keberatan dengan kenaikan tarif dari Rp30 ribu menjadi Rp100 ribu per bulan, asalkan ada peningkatan kualitas layanan.
Direktur Perumda Tirta Alam, Iwan Setiawan, mengakui adanya titik-titik air keruh, tetapi memastikan air tetap aman digunakan. Pihaknya berencana mencuci filter dan reservoir sebagai langkah perbaikan, namun prosesnya tertunda karena meningkatnya kebutuhan air selama Lebaran.


Discussion about this post