TARAKAN – Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) RI memberikan pembekalan kepada mitra pembangunan dalam persiapan dan perencanaan calon lokasi Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) secara serentak di Indonesia, salah satunya di Kalimantan Utara.
Khusus di Kalimantan Utara, pembekalan teknis diberikan oleh tim Satgas KKP di salah satu hotel di Kota Tarakan sejak 31 Oktober hingga 2 November 2026 kepada 41 penilai (surveyor) dan mitra pelaksana, yakni Advokasi Konservasi Flora Fauna (AKFF). Di Kalimantan Utara, calon lokasi KNMP tersebar di Kota Tarakan, Kabupaten Bulungan, Kabupaten Nunukan, dan Kabupaten Tana Tidung.
Pelatihan tersebut bertujuan mendapatkan pembekalan yang berorientasi pada peningkatan prinsi kerja program, kapasitas teknis, dan koordinasi antarpihak. “Kami mempersiapkan pelatihan ini agar seluruh tim yang terlibat dapat memahami proses persiapan dan penilaian serta berkompetensi dalam mengkaji secara objektif calon Kampung Nelayan nantinya,” tutur Ali Rahman, Manager Program usai pelatihan, Selasa (3/11/2026). Proses pengambilan data, kata Ali Rahman lagi, mulai dilakukan di bulan November 2026.
Dalam pelaksanaan di lapangan, penilai akan melakukan pengumpulan dokumen pendukung, observasi, wawancara, melakukan diskusi kelompok terfokus (FGD) serta dokumentasi kondisi lokasi, termasuk foto dan titik koordinat sesuai kebutuhan instrumen. Data dan informasi yang terkumpul akan dilengkapi dengan bukti pendukung dan penjelasan yang relevan untuk memberikan gambaran mengenai kondisi aktual masing-masing calon lokasi.
Menurut Tim Leader dari AKFF, Ricky F Simanjuntak, kesiapan tenaga penilai dan mitra pelaksana menjadi salah satu faktor penting dalam memastikan perencanaan program sesuai dengan kondisi faktual di lapangan. “Setiap kawasan pesisir memiliki potensi, tantangan, dan kebutuhan yang berbeda sehingga proses verifikasi dan identifikasi sampai penilaian perlu dilakukan secara cermat, berbasis evidence, dan objektif sesuai instrumen,” jelasnya.
Ali Rahman dan Ricky berharap terjadi sinergi dan kolaborasi positif antarpemerintah daerah, tim penilai, mitra pelaksana, hingga pihak desa sehingga program yang berpotensi sebagai transformasi ekosistem kehidupan ekonomi warga pesisir dapat tercapai secara optimal.

Dikutip dari situs resmi KKP, program prioritas nasional KNMP bertujuan untuk mentransformasikan desa pesisir tradisional menjadi kawasan yang modern, tertata, mandiri, dan produktif secara berkelanjutan. Melalui penguatan kapasitas nelayan lokal secara profesional, program terintegrasi hulu-hilir ini dirancang untuk meningkatkan perekonomian, nilai tambah produk, dan kesejahteraan masyarakat maritim guna memperkuat ketahanan pangan laut serta mendukung swasembada pangan nasional. Untuk mewujudkan ekosistem terintegrasi tersebut, intervensi fisik yang nyata dilakukan dengan membangun berbagai infrastruktur vital bagi produktivitas nelayan, mulai dari fasilitas pendaratan dan produksi di hulu hingga sarana penunjang ekonomi di hilir.
Infrastruktur yang dimaksud di antaranya, pembangunan dermaga dan shelter pendaratan ikan, gudang beku (cold storage), pabrik es, bengkel kapal (docking), Stasiun Pengisian Bahan Bakar Nelayan (SPBN), instalasi pengolahan air bersih dan limbah, jalan kawasan, hingga balai pelatihan serta kios perbekalan nelayan. Tidak hanya sarana melaut, KKP juga membangun sentra kuliner ikonik, kios usaha warga, dan jaringan digitalisasi kelistrikan guna menghidupkan pusat ekonomi baru yang bernilai tambah langsung bagi masyarakat pesisir. (adv)


Discussion about this post