TARAKAN – Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI daerah pemilihan Kalimantan Utara, Herman alias Kemper, mengawal pelaksanaan Program Indonesia Pintar (PIP) Tahun 2026 dengan menggelar sosialisasi sekaligus pemantauan penyaluran bantuan pendidikan di SMP Negeri 13 Tarakan, Kamis (30/7/2026).
Kegiatan yang berlangsung sejak pukul 09.00 WITA tersebut diikuti sekitar 160 siswa penerima manfaat beserta orang tua mereka. Berdasarkan data usulan PIP DPD RI Dapil Kalimantan Utara, setiap siswa jenjang sekolah menengah pertama menerima bantuan pendidikan sebesar Rp750.000.
Dalam kesempatan itu, Herman menegaskan bahwa kehadiran dirinya bersama tim bertujuan memastikan seluruh proses penyaluran bantuan berjalan transparan, tepat sasaran, dan diterima utuh oleh para siswa yang berhak.
“Pengawasan ini bertujuan memastikan bahwa program bantuan pemerintah benar-benar sampai ke tangan siswa yang membutuhkan, sehingga tidak ada anak di Kalimantan Utara yang terancam putus sekolah karena kendala biaya,” ujar Herman.
Selain memberikan penjelasan mengenai mekanisme pencairan melalui rekening penerima maupun aktivasi rekening virtual di bank penyalur, kegiatan tersebut juga menjadi wadah bagi orang tua untuk menyampaikan berbagai kendala administrasi yang dihadapi selama proses pencairan bantuan.
Menurut Herman, pengawalan langsung di lapangan menjadi bagian penting untuk memastikan pelaksanaan program pemerintah berjalan sesuai tujuan, sekaligus meminimalkan hambatan yang berpotensi mengurangi akses siswa terhadap bantuan pendidikan.
Pihak sekolah menyambut positif pelaksanaan sosialisasi dan pengawalan tersebut. Sinergi antara sekolah, orang tua, bank penyalur, dan pemerintah diharapkan dapat memperlancar proses penyaluran bantuan, terutama bagi peserta didik di Kalimantan Utara yang membutuhkan dukungan biaya pendidikan.
Melalui kegiatan ini, Herman berharap Program Indonesia Pintar tidak hanya menjadi bantuan finansial, tetapi juga menjadi instrumen untuk menjaga keberlangsungan pendidikan anak-anak, khususnya bagi keluarga kurang mampu di wilayah Kalimantan Utara. (adv)


Discussion about this post