TARAKAN – Program Pendidikan Profesi Guru (PPG) Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Borneo Tarakan (UBT) menggelar pengabdian kepada masyarakat di RT 24, Kelurahan Selumit Pantai, Kota Tarakan pada 19–20 September 2026.
Kegiatan bertema “Dari Pesisir Tumbuh Inovasi, dari Masyarakat Lahir Aksi, dari Generasi Muda Terjaga Tradisi” ini menghadirkan empat program pemberdayaan yang menyasar pengembangan potensi ekonomi lokal, pengelolaan lingkungan, pemanfaatan tanaman obat, hingga pelestarian budaya daerah.
Program pertama berupa inovasi pengemasan dan pemasaran produk udang kering. Warga diberikan sosialisasi sekaligus praktik pengemasan untuk meningkatkan daya tarik, identitas, dan nilai jual produk lokal.
Selanjutnya, mahasiswa memperkenalkan pengolahan limbah kulit udang menjadi kompos. Program ini mendorong pemanfaatan limbah hasil pengolahan udang agar memiliki nilai guna sekaligus mengurangi sampah yang dibuang ke lingkungan.
Program ketiga adalah penanaman Tanaman Obat Keluarga (TOGA) untuk mengedukasi masyarakat mengenai pemanfaatan lahan dan tanaman berkhasiat yang dapat digunakan dalam kehidupan sehari-hari.
Sementara itu, upaya pelestarian budaya dilakukan melalui pengenalan cerita rakyat Kalimantan Utara dan permainan tradisional Balogo kepada anak-anak. Media permainan dirancang dengan mengangkat identitas khas pesisir, seperti mercusuar, perahu nelayan, dan permukiman pesisir. Media tersebut kemudian diserahkan kepada masyarakat agar dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan.
Seluruh program dilaksanakan secara partisipatif melalui sosialisasi, diskusi, dan praktik langsung bersama warga. Pendekatan ini diharapkan tidak sekadar memberikan pengetahuan, tetapi juga mendorong keterampilan yang dapat diterapkan secara mandiri.
Berdasarkan pemantauan pada Oktober 2026, sejumlah program mulai menunjukkan keberlanjutan. Warga mulai menerapkan pengemasan produk yang lebih baik. Kegiatan pengomposan dan penanaman TOGA juga masih mendapat dukungan masyarakat dan lingkungan RT. Adapun media permainan Balogo tetap tersedia sebagai sarana pengenalan budaya kepada anak-anak.

Pengabdian ini sekaligus menjadi bagian dari proyek kepemimpinan mahasiswa PPG Calon Guru FKIP UBT. Melalui kegiatan tersebut, mahasiswa memperoleh pengalaman langsung dalam memahami kebutuhan masyarakat, membangun komunikasi, berkolaborasi, serta merancang program yang memberikan manfaat bagi lingkungan.
Kegiatan ini diharapkan membentuk calon guru yang tidak hanya memiliki kompetensi profesional dan pedagogis, tetapi juga kepekaan sosial serta kemampuan menjadi penggerak perubahan di tengah masyarakat.
Melalui empat program tersebut, PPG FKIP UBT berupaya menunjukkan bahwa pemberdayaan masyarakat dapat dimulai dari potensi yang ada di lingkungan sekitar, mulai dari peningkatan nilai ekonomi produk pesisir, kepedulian terhadap lingkungan, hingga menjaga tradisi dan budaya lokal. (adv)


Discussion about this post